Rabu, 07 November 2012

Jaringan dan Organ

Tumbuhan juga tersusun atas sel-sel yang terorganidasi membentuk jaringan dan organ. Tumbuhan bersifat autotrof yaitu dapat membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Seerti halnya hewan, tumbuhan juga menanggapi rangsangan dari lingkungan. Salah satu bentuk aksinya yaitu dengan melakukan gerak. Gerak tumbuhan tentu saja berbeda dengan gerak hewan.
1. Sistem Jaringan Pada Tumbuhan.
Setiap alat tubuh tumbuhan tersusun oleh tiga jaringan pokok, yaitu jaringan epidermis, jaringan pernkim, dan jaringan pengangkut. Selain itu beberapa bagian tumbuhan terdapat jaringan penguat yang berkembang dari sel-sel jaringan parenkim. Sesuai dengan namanya. Jaringan penguat brrfungsi untuk memperkuat struktur tumbuhan. Jaringan lainnya yang terdapat pada tumbuhan adalah jaringan meristem.
2. Organ Pada Tumbuhan.
Struktur anatomi batang mirip dengan akar, yaitu tersusun dari jaringan epidermis, jaringan dasar (parenkim), dan jaringan pengangkut. Epidermis batang biasanya terdiri dari satu lapisan sel. Epidermis inj sering mengalami modifikasi menjadi trikoma dan stomata. Pada batang yang sudah dewasa, stomata menghilang dan digantikan dengan lentisel. Lentisel merupakan pori penghubung ruang antar sel dalam batang dengan udara lingkungan. Disebelah. Dalam epidermis terdapat korteks. Korteks tersusun dari jaringan parenkim. Jaringan penguat kolenkim dan sklerenkim juga sering ditemukan pada korteks. Desebelah dalam korteks terdapat silinder pusat/stele yanv tersusun oleh jaringan parenkim berbentuk jari-jari empelur. Batang monokotil umumnya tidak bercabang, tidak berkambium, dan beruas-ruas. Susunan berkas pembuluh angkut tersebar atau tidak teratur. Bagian luar batang monokotil sering ditutupi oleh epidermis yang memiliki stomata, misalnya pada jagung. Di bawah epidermis terdapat seludang sklerenkim yang membantu mengokohkan batang. Batang monokotil tidak mengalami tumbuh membesar karena tidak memiliki meristem sekunder. Batang tumbuhan dikotil umumnya bercabang-cabang, berkambium, tetapi tidak beruas-ruas. Bagian batang yang masih muda umumnya dilindungi oleh selapis sel epidermis. Di bawah epidermis terdapat jaringan penguat kolenkim dan skerenkim. Pada ikatan pembuluh terdapat kambium yang terletak diantaran xilem dan floem. Adanya cambium menyebabkan batang tumbuhan dikotil dapat membesar. Hal ini disebabkan oleh aktivitas pembelahan sel dari jaringan meristem pada kambium.
Struktur anatomi juga terdiri dari tiga jenis jaringan, yaitu jaringan epidermis,  jaringan besar/parenkim, dan jaringan pengangkut. Pada jaringab epidermis terdapat kultikula untuk mengurangi penguapan berlebihan dari sel-sel daun. Pada beberapa jenis tumbuhan, selain kultikulan juga terdapat lapisan lilin. Sebagai sel epidermis daun mengalami modifikasi menjadi stomata. Pada daun tumbuhan dikotil,  letak stomata umumnya tersebar, sedangkan pada daun tumbuhan monokotil um nya terletak sejajar. Stomata dapat ditemukan pada satu atau kedua sisi daun. Pada tanaman air, stomata terletak di permukaan daun sebelah atas.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Selamat Datang

Selamat datang di Power Science, saya harap anda senang dan bisa mendapatkan apa yang anda cari di blog ini. dan berharap Anda sering datang kembali. Silahkan anda mencari hal-hal yang baru di blog saya iniSelengkapnya tentang Saya

Sepintas Tentang Saling Sharing

Nama saya Erlangga Yudian Pratama saya seorang yang senang berbagi. tadinya saya adalah pemilik blog Ilmu tetapi tidak tahu apa yang terjadi saya kehilangan account blog tersebut dikarenakan kejahilan seseorang. :D

Social Stuff

Info